Di awal kuliah sekitar tahun 2016 yg lalu, aku nemuin “dia”. Izinin aku manggil dia “Mas”. Kami bertemu di salah satu event besar jurusan kami waktu itu. Kami mungkin ngga terlalu dekat di awal. Tapi, aku udah naruh hati duluan sama Mas sebelum akhir tahun di semester awal, tepatnya aku suka Mas duluan. Aku sempat nyesel gegara nyuekin Mas malam itu. Malam dimana terakhir kali kami bertemu di tahun itu sebelum libur panjang semester dimulai. Ternyata rasa aku mulai tumbuh perlahan, tapi bodo amat. Kami sering berbagi kabar di salah satu platform, waktu itu kebetulan lagi libur kuliah. Kalau dibilang intens, mungkin engga. Cuman saling sapa, engga lebih. Tapi di pertengahan libur semester, tepatnya setahun yang lalu, aku kok mulai kangen ya. Pernah sih, kepikiran buat cepet cepet balik Semarang biar ketemu Mas. Hahaha, so funny. Sebenernya kisah kami cukup rumit, unik, dan menggelikan. Engga akan aku bahas semuanya, karena satu buku engga akan cukup nyeritain lucunya hubungan yang kami...
Tidak semua yg aku tulis adalah kamu, dan tidak semua yang kamu baca adalah aku. I write, because no one listens